Sunday, March 6, 2016

Mekanisme Bale Plucker FA009

Mesin Bale Plucker adalah mesin yang berfungsi untuk membuka serat dengan cara mencabik- cabik dengan sepasang beater. mesin ini hampir mirip dengan posting saya sebelumnya mengenai Blendomat. Bale Plucker ini terbagi menjadi bagian tower, tower seat, control panel, plucker dan rel. Berikut ini spesifikasi mesin:

Capasity                                  : 1500 kg/hour
Suction Channel Length         : 16m- 45m
Machine width                        : 5.162- 6.362
Machine Height                      : 2.942
Max bale height                      : 1,6 m
Effective plucking                  : 1,7m; 2,3m ; 3,1m
Milling depth                          : 0.1-20mm
Plucking Speed                       : 2m/min- 16m/min
Plucking roller number            : 2
Plucking head number                       : 34 (17/ roller)
Working Diameter of Plucking head : 280 mm

Mekanisme kerja mesin ini adalah:
1. Mencabik material dengan 2 pasang beater
2. material disedot melalui flexible duckting ke chamber yang ada di bawahnya.
3. Material dari chamber akan di sedot oleh fan ke tahap selanjutnya, contohnya mesin mixer. chamber di tutup oleh conveyor sehingga conveyor akan dibuka hanya pada saat mesin melewati titik tertentu saja. cara membukanya adalah conveyor digulung.

Gerakan maju mundur mesin bale plucker disusun untuk pekerjaan pembukaan dan pemukulan. berguna untuk mengambil serat dari bale menggunakan plucking. lalu di kirim ke proses selanjutnya menggunakan pipa. Plucking bergerak naik turun dengan kedalaman beberapa mili. contohnya ketika plucker bergerak dari dekat control panel menuju ke depan dengan ketinggian 350mm, nah ketika kembali lagi ke daerah control panel plucker akan turun sesuai dengan setting mesin. misal milling depth= 2mm. sehingga gerakan balik selanjutnya adalah dengan ketinggian 348 mm.  

Plucker bisa berputar 180 derajat untuk berbalik arah. Jadi ada dua side yaitu A dan B. Jika side A materialnya sudah sedikit maka tower akan diputar 180 derajat untuk ke side B yang sudah diisi material. sedangkan sisa side A dapat dimasukan ke mesin pencabik bale opener (manual). perputaran ini dapat dilakukan ketika posisi bale plucker berada di dekat control panel. 

Mesin ini memiliki 5 motor untuk menunjang proses produksi 


 1. Motor sebelah kanan bawah : untuk memutar/ menggulung conveyor
 2. Motor sebelah Kanan atas : untuk menaik turunkan bale plucker
3. Motor sebelah kiri bawah : untuk memutar tower 180 derajat/ pindah set
4. Motor sebelah kiri atas: untuk menggerakkan roda pada rail.

Jika kapasitas mesin selanjutnya, contoh mesin mixer sudah terpenuhi, maka bale plucker akan berhenti sampai mixer meminta supy material kembali.  

Sensornya terdiri dari:
1. Sensor Rel di kanan dan kiri untuk berhenti
2. Sensor conveyor, jika tergulung semua maka mesin akan berhenti
3. Swing door kanan dan kiri untuk mengantisipasi ada orang yang lewat daerah kerja bale plucker
4. Rol pengambil material di kanan dan kiri
5. Sensor batas minimal dan maksimal
6. Perputaran tower
7. Sensor kecepatan beater

Monday, February 1, 2016

Waktu Produksi Ring Frame saat Percobaan Nomer Benang (Ganti Proses)

Waktu Produksi Ring Frame saat Percobaan Nomer Benang (Ganti Proses). Ganti proses adalah suatu keadaan dimana suatu mesin akan diganti roda giginya untuk menyesuaikan nomer benang pesanan konsumen. Jika pesanan benang sudah selesai maka ganti proses akan di lakukan untuk mengerjakan pesanan yang lain. Perhitungan roda gigi pada umumnya sudah ada dasrnya di buku history ganti proses, akan tetapi untuk penyesuaian keadaan mesin akan dihitung kembali oleh petugas Quality Control. Setelah selesai menghitung maka petugas tersebut akan memberikan beberapa memo ganti proses kepada leader (kepala Regu) di mesin bersangkutan dan kepada mekanik. Memo tersebut berisi:

Date: ______
NOW
CHANGE
QC
PROD.
MTC  BP
RF No
09



Count
40s HT
40s HT
ѵ
ѵ
ѵ
Real Count
40.06
39.90
ѵ
ѵ
ѵ
Roving Bobin
biru
Pink
ѵ
ѵ
ѵ
Ne Roving
1,27
1,1
ѵ
ѵ
ѵ
Bobin Tube
pink
Kuning
ѵ
ѵ
ѵ






G
104
104
ѵ
ѵ
ѵ
DCW
44
38
ѵ
ѵ
ѵ
D
98
98
ѵ
ѵ
ѵ
TCW
47
47
ѵ
ѵ
ѵ
BDCW
36
36
ѵ
ѵ
ѵ
LC
54
54
ѵ
ѵ
ѵ
LCA
69
69
ѵ
ѵ
ѵ
LCB
41
41
ѵ
ѵ
ѵ
Counter





Total Draft





TPI
21.40
21.40
ѵ
ѵ
ѵ
RPM





Spacer
kuning
Kuning
ѵ
ѵ
ѵ
R.Traveller
2/0 RH
2/0 RH
ѵ
ѵ
ѵ
 

Memo tersebut menggambarkan bahwa ganti proses akan dilakukan dengan nomer benang yang sama akan tetapi faktor inputnya berbeda. Perhitungan gear pada contoh di atas sudah dikelola oleh petugas Quality Control sehingga mekanik tinggal menggantinya saja. Setelah penggantian maka nomer benang akan di cek real number yang keluar dari mesin. percobaan dilakukan dengan sampel sejumlah 8 cops. 4 cops di side A dan 4 Cops di side B. 
Sampel ini akan diuji nomornya sehingga kita perlu mengetahui kebutuhan pengujian nomor benang. Untuk mesin yarn reeler biasanya panjang yang dibutuhkan adalah 120 yard. (1m= 0,9144 yard) sehingga 120 yard=... m. caranya adalah dengan mengalikan 120 dan 0,9144, didapat hasilnya 120 yard= 109,68 m.

Jika diketahui data Rpm mesin Ring Frame= 13.500
Nomer: 40S
TPI: 21,40 = (21,40: 2,54) x 100 = 842,519 TPM
panjangn benang= 109,68 m
Berapa Lama waktu produksi benang percobaan tersebut?

Asumsi pertama yang kita butuhkan speed atau velocity dari mesin ring frame. karena kita membutuhkan data berapa meter per menit mesin akan aktif. 
V= Rpm RF: TPM = 13.500 : 842,519 = 16,023 m/menit
Nah jika sudah mengetahui speed maka cari waktunya dengan menggunakan data panjang benang yang kita butuhkan untuk pengujian.
Waktu Produksi= (109,68 m : 16,023 m/menit)= 6.845 menit. 
Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil benang 109,68 adalah 6,845 menit. akan tetapi pihak produksi biasanya membulatkan angka ke atas supaya aman.