Friday, January 8, 2016

Latihan Soal Keteknikan Pabrik Tekstil (KPT) 2015 SP #KeepCalm4UAS

   1.      Dalam menentukan Strategic Planing di suatu Industri, anda diminta merencanakan produksi untuk periode setahun kedepan (Januari- Desember). Adapun data- data pendukungnya adalah sbb:
Perkiraan permintaan berdasarkan Forecast per bulan adalah sbb:
-TextileUp-
Perkiraan Permintaan Periode tahun 2016
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
180
178
175
165
180
181
168
178
176
182
168
175

-          Satu siklus membutuhkan 8 man-hours
-          Jam efektif normal bekerja 1 hari adalah 8 jam
-          Hari kerja efektif dalam setahun

Jumlah hari kerja Efektif setiap Bulan
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
23
20
19
21
24
20
21
19
21
20
21
21

Pada bulan september akan ada libur lebaran sebanyak 98 line hours
Dari data tersebut buatkan rencana produksi dalam setaun:
a.       Berapa ramalan produksi setiap bulannya?
b.      Hitung berapa kebutuhan orangnya! (ambil keputusan untuk perencanaan lembur)
c.       Setelah dapat jumlah orangnya, maka rencanakan kebutuhan waktu reguler maupun lemburnya untuk setiap bulannya! (buat dalam tabel sederana)
     2.      Sebuah Industri tekstil yang bergerak di bidang garmen mendapat sejumlah order dari pelanggan. Anda diminta untuk membuat menjadwalkan mesin se-efisien mungkin dari sejumlah order yang diminta adapun datanya sbb:
Order
Ukuran  pesanan
Data mesin
Standar potong
A
B
C
D
1
800
2
2/3
1/3
4/5
2
1200
1
¾
5/4
4/3
3
750
3/2
4/5
2
1
4
1000
1
3/2
2/3
2/3
5
1500
4/5
1
3/4
2/3
6
900
¾
1/3
1
4/3
7
650
1
¾
2/3
2
8
1300
2/3
2
3/2
4/3
Mesin yang tersedia
1600
1700
1250
3200

Hitung dengan menggunakan Indikator, Mesin A mengerjakan order…
                                                                 Mesin B mengerjakan order…
                                                                 Mesin C mengerjakan order…
                                                                 Mesin D mengerjakan order…
     3.      Sebuah Industri tekstil mendapatkan 10 pesanan yang akan dikerjakan dengan 2 mesin (A dan B). -TextileUp- Waktu pemrosesan (dalam hari) pada dua mesin untuk masing- masing pesanan. Adapun waktunya seperti tertera pada tabel di bawah ini. Pesanan hanya dapat dikerjakan dari mesin A baru ke mesin B. Saudara diminta untuk menentukan jadwal penugasan yang paling efisien untuk ke 10 order tersebut dengan menggunakan aturan johnson (Total berapa hari kesemua order tersebut selesai)
Mesin
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
A
14
10
8
12
10
8
4
14
15
10
B
14
8
11
6
7
5
11
12
13
11


   4.      -TextileUp- Dalam suatu perencanaan produksi, diketahui bahwa dibutuhkan 7 orang. Jika tempat kerja (work Station) juga dianggap 7 posisi dan setiap tempat kerja seimbang bebannya. Maka saudara diminta untuk merencanakan penjadwalan produksi mulai dari precedence matrix, positional weight, sampai dengan penugasan operasinya di masing- masing mesin. Data prosesnya adalah sbb:  Total waktu Operasi 480 menit = 8 jam orang


Wednesday, December 2, 2015

Drilling Soal Pemintalan 1

1.      Apakah syarat serat dapat dipintal menjadi benang? 
            1.)    Serat harus cukup panjang
            2.)    Serat harus cukup halus
            3.)    Serat harus cukup kuat
2.      Jelaskan pengertian Trash content, Cotton Grade, Neps dan Naps
            1.)    Trash content adalah kandungan serat pendek yang dinyatakan dalam persen
            2.)    Cotton grade adalah tingkatan kualitas kapas berdasarkan panjang, warna dan jumlah kotoran.  Ada 7 Kategori grade yaitu: White, light spotted, spotted, tinged, yellow stained, light grey, dan grey.
           3.)    Neps adalah kandungan serat yang menggumpal dan tidak dapat diuraikan oleh jarum sekalipun. Besarnya dinyatakan dalam persen
         4.)    Naps adalah kandungan serat yang mengggumpal dan masih bisa diuraikan oleh jarum. Besarnya dinyatakan dalam persen
3.       Apakah Pengertian Mixing dan tujuannnya?
Mixing adalah pencampuran serat yang sama akan tetapi jenisnya berbeda pada mesin blowing, contohnya mixing antara kapas Andy dan kapas Sea Island. Tujuan mixing adalah:
            1.)    Untuk mempertahankan sifat yang menguntungkan pada masing- masing serat dan menghilangkan atau setidak- tidaknya mengurangi sifat yang merugikan, karena masing- masing serat memiliki mulur, kekuatan, stabilitas dimensi yang berbeda, hal ini dapat mempengaruhi effisiensi sifat fisik dan mekanis pada hasil campuran
       2.)    Menstabilkan Mutu
      3.)    Meningkatkan kerataan benang
4.      Berikan contoh mixing tiga buah
Sebuah perusahaan membutuhkan kapas per minggu dengan mixing sebagai berikut:
           1.)    42 ton kapas Upland, 32 Ton kapas Sea Island, 60 ton kapas India.
           2.)    3:2:1:0,2 kapas Sea Island : Upland : India : Andy
           3.)    31 bal kapas India: 21 bal kapas Australia: 72 bal kapas Sea Island
5.      Jelaskan pegertian Blending dan apa tujuannya?
Blending adalah percampuran serat yang berbeda pada mesin drawing. Pencampuran ini dilakukan pada sliver carding yang masuk ke mesin drawing karena apabila dilakukan di mesin blowing maka kerataan pencampurannya akan berbeda. Hal ini disebabkan karena masa jenis antara kedua serat berbeda.
Tujuan Blending:
            1.)    Untuk mempertahankan sifat yang menguntungkan pada masing- masing serat dan menghilangkan atau setidak- tidaknya mengurangi sifat yang merugikan, karena masing- masing serat memiliki mulur, kekuatan, stabilitas dimensi yang berbeda, hal ini dapat mempengaruhi effisiensi sifat fisik dan mekanis pada hasil campuran
         2.)    Menekan Cost
6.      Bagaimana sifat kapas? Lalu berdasarkan sifat tersebut bagaimana pengkondisian kapas dalam gudang penyimpanan?
Kapas bersifat higroskopis yaitu mudah menyerap air sehingga kapas perlu dikondisikan sampai kapas sudah tidak menyerap air lagi. Hal ini akan mempermudah proses produksi karena kapas akan masuk ke mesin tanpa hambatan. Jika pengkondisian tidak benar maka kapas akan saling menempel karena masih menyerap air dari kondisi atmosfer udara.
Lama waktu pengondisian
           1.)    Kapas (serat tumbuhan): 6 jam
           2.)    Woll (serat binatang): 8 jam
           3.)    Rayon viskosan: 8 jam
           4.)    Asetat: 4 jam
           5.)    Poliester (Regain >5%): 2 jam

Suhu ideal untuk pengondisian adalah 25OC dan Regainnya 45-60%

Wednesday, November 25, 2015

Bagaimana mengatasi penurunan kekuatan benang?

Bagaimana mengatasi penurunan kekuatan benang? Benang merupakan hasil akhir dari rangkaian mesin pemintalan. Mesin terakhir dari pemintalan adalah ring spinning. Konsumen biasanya menentukan seberapa kuat benang (g) dan mulurnya (%). Pengukuran kekuatan benang menggunakan alat Single yarn tester atau incline plane tester. Salah satu merk Single yarn tester yang digunakan adalah ASANO dengan standart jarak jepit 50 cm. Pembacaan skala pada alat adalah 20-80%. Sedangkan alat juga menggunakan jarak jepit 50 cm akan tetapi menggunakan kapasitas beban 250,500 dan 1000 g. 

Setelah produk benang di uji oleh pihak QC ternyata kekuatannya turun maka produk tersebut harus dipisahkan menjadi .... Solusi pertama yang harus diubah adalah menurunkan nomer benangnya. akan tetapi tidak boleh terlalu jauh dari permintaan nomernya. Misalnya permintaan benang adalah Ne1 50 maka perubahan nomer sekitar 49,6 sampai 49,9. Konsekuensinya ketika nomor dirubah maka spin plan pun akan dirubah pula. Draft- draft mesin nilainya akan menurun. Biasanya perusahaan memiliki standar spin plan yang diolah melalui Microsoft Exel dipegang oleh Manajer Produksi dan manajer QC. Menggunakan software akan memudahkan perhitungan spin plan yang panjang serta memudahkan mengambil tabel rujukan untuk menghitungnya. 

Lalu kita ingin mengetahui perbandingan produksi antara kedua nomor benang. berapa yard benang yang di produksi untuk pembuatan benang Ne1 50  dibandingkan Ne1 49,8. 

Nomer= (Panjang/840) x (0,4536/1kg)
50= (P/840) x (0,4536/1kg)
P= 92.592,5952

Nomer= (Panjang/840) x (0,4536/1kg)
49,8= (P/840) x (0,4536/1kg)
P= 92.222,2224

Jadi dapat disimpulkan bahwa konsekuensi untuk menaikkan nomer benang akan menurunkan jumlah produksi 370,3728 yard setiap kg nya.

Penurunan nomer benang yang terlalu jauh atau lebih dari 2% dari harga aslinya akan menimbulkan kerugian pada konsumen bagian waping (persiapan tenun). Panjang tarikan yang dinginkan akan berkurang akibatnya banyak timbul empty cone