Tuesday, May 30, 2017

Hati-hati membeli wax

Hati-hati membeli wax- Wax adalah salah satu material campuran kanji benang sebagai pelumas. Wax terbagi dua yaitu wax sintetik dan wax natural. Wax sintetik terbuat dari petroleum, contohnya paraffin. Wax natural berasal dari hewan, contohnya tallow. Bentuk wax terbagi menjadi beberapa bentuk yaitu liquid, pasta, block dan flex (keripik).

Wax natural sudah jarang digunakan, perusahaan lebih suka membeli wax sintetik. Wax yang perlu diperhatikan adalah wax berbentuk pasta. Wax berbentuk pasta perlu diperhatikan solubilitynya, jika tidak maka akan muncul spot saat de-sizing di bagaian finishing. Cara mengetahui tingkat kelarutannya dapat dilihat dengan pemanasan wax pasta. Hati-hati saat memanaskan wax karena wax dapat keluar dari wadahnya setelah lewat suhu titik lelehnya.
Wax 10 gr dipanaskan dalam gelas ukur

Angkat gelas ukur dari pemanas, lalu diamkan selama 24 jam
setelah proses pemanasan terlihat 2 materi yang terpisah

setelah di diamkan selama 24 jam semakin terlihat bahwa lilin dan air terpisah satu sama lain
tidak terlihat larut. (red: lapisan bawah air, lapisan atas:wax)


Perhatikan gambar di atas. Setelah wax dipanaskan, terjadi pemisahan antara air dan wax. Ketika di dinginkan wax dan air tetap terpisah, sehingga tidak larut dalam air. Berapa persen kita mengeluarkan budget untuk membeli air dalam pasta? Itu adalah beberapa kelemahan wax pasta. Akan tetapi ada pun wax pasta yang memiliki solubity yang baik. Departemen persiapan pertenunan merupakan penyumbang cost yang besar karena 1 hari dengan 3 mesin kita dapat mengeluarkan cost di atas 10 juta. Perhatikan saat membeli, pastikan kita tidak rugi. 

Sunday, May 28, 2017

Bagaimana menghitung air awal untuk memasak kanji di bagian yarn sizing

Bagaimana menghitung air awal untuk memasak kanji di bagian yarn sizing- Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan bagaimana menghitung air awal untuk memasak kanji. Penjelasan di bawah ini digunakan untuk high press cooker sistem tertutup dan resep bukan compound sizing. Kenapa air awal sangat penting? karena untuk memperkirakan ready size after boiled kita perlu tahu air awal, sehingga jika di tambahkan air di tengah perjalan memasak, maka ready size sulit diprediksi. berikut ini adalah contoh resep yang akan kita perbaiki air awalnya.

Langkah-langkah menentukan air awal


1.  Pertama tulis material yang akan digunakan dalam penganjian
2.  Tulis komposisi masing-masing material
3.  Tulis jumlah larutan kanji yang diinginkan atau R.S.A.B (Ready Size After Boiled)
4.  Untuk mengetahui refraksi harapan kita dapat menghitungnya dengan komposisi material
PVA: 90%
Corn: 85%
Wax: 25%
Persentase di atas berdasarkan penelitian pendahuluan, jika masih ragu maka anda perlu menguji material tersebut. Penjual PVA murni biasanya sudah terdaftar dan dapat dengan mudah ditemukan spesifikasinya di mesin pencari.

Berikut ini cara menghitung refraksi harapan seperti pada kiri tabel.
Jika semua dijumlahkan, maka akan ditemukan refraksi harapan kita, yaitu 8,367


SPU dapat dihitung pula sebagai berikut:
 
5. Tentukan Solid material per 100 L air




Jumlah persentase solid material adalah 10% 

6. Air awal dapat dihitung sebagai berikut.

 Semoga bermanfaat. Selamat memasak kanji.



Tuesday, May 23, 2017

Bagaimana mengecek benang untuk kontrak baru di gudang

Bagaimana mengecek benang untuk kontrak baru di gudang- Pada kesempan kali ini saya akan memberikan tips untuk mengatur kontak baru. Bagaimana sih caranya supaya benang yang kita inginkan mencukupi kontrak tersebut.

Konstruksi baru loom 3 adalah X . Hari ini bagian persiapan pertenunan meminta benang kepada gudang niaga, akan tetapi ada beberapa jenis benang untuk konstruksi X  di gudang, sehingga bagian persiapan perlu menghitung berapa kilogram kebutuhan benang untuk kontrak konstruksi X untuk menyesuaikan stock benang di gudang.
1. Kontrak konstruksi X adalah 50.000 m kain
Kontrak tersebut perlu di ubah ke dalam benatuk yard dan dikali mengkeret kain agar diketahui kebutuhan benang. Mengkeret lusi untuk Konstruksi X adalah 7,94.

Kontrak= {(50.000 x 1,0936 x 7,94)/ 100}+ (50.000 x 1,0936)= 59.022 yard

2.Mencari panjang tarikan
Pnjng tarikan= (berat cone x 840 yard/hank x 2,2046 lbs/kg x nomer benang x re use) / jumlah beam
Pnjng tarikan= (1,89 kg x 840 yard/hank x 2,2046 lbs/kg x 32 x 0,95) / 8=13.300
      
      3. Kebutuhan tarikan
       Keb. Tarikan= kontrak/ pnjng tarikan= 59.022/13.300= 4,4= 4

g    4. Kebutuhan berat benang per tarikan
1 tarikan= 516 cone 
Keb. Benang= 516 x 1,89 kg/cone = 927,24 kg

5. Kebutuhan total
Kebutuhan benang x keb tarikan= 927,24 x 4 = 3900,96 kg 

6.  Lihat stok di gudang 
APAC 32R MDR = 852.39 KG
SBTX EX SB 071= 4760,36 KG
COTTONASIA 32R  =450,00 KG

Kebutuhan benang yang sesuai dengan kebutuhan total adalah benang SBTX, sehingga Permintan benang ditulis menggunakan benang SBTXEX SB 071.       

Wednesday, August 31, 2016

Syarat Serat dapat Dipintal Menjadi Benang

Serat harus memiliki kriteria atau syarat tertentu agar dapat dipintal menjadi benang, antara lain :
1.    Serat harus cukup panjang
Serat yang panjang, mempunyai permukaan gesekan (friction) lebih luas, sehingga tidak mudah slip dan benangnya menjadi lebih kuat. Dengan demikian, tiap-tiap serat dengan panjang tertentu mempunyai daya pintal (spin ability) sampai batas nomor tertentu. Jadi, penggunaan serat kapas harus disesuaikan dengan daya pintalnya.
2.    Serat harus cukup halus
Kehalusan serat juga dapat mempengaruhi kekuatan benangnya. Jumlah serat-serat yang halus pada suatu penampang benang tertentu, jumlahnya relatif lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah serat-serat yang lebih kasar. Dengan demikian, makin halus seratnya maka permukaan gesekan juga makin besar, kemungkinan terjadinya slip berkurang sehingga benang makin kuat.
3.    Gesekan permukaan serat
Gesekan permukaan serat mempunyai pengaruh yang besar terhadap kekuatan benang. Serat yang halus biasanya mempunyai pilinan per satuan panjang yang lebih banyak dan relatif lebih panjang sehingga gesekan permukaan seratnya juga lebih baik. Makin bertambah baik gesekan permukaan, kemungkinan slip antara serat satu dengan yang lain berkurang sehingga benangnya relatif lebih kuat.
4.    Serat harus cukup kuat 
      Dua benang yang masing-masing terdiri dari serat-serat yang kehalusan sama tetapi kekuatan seratnya berbeda, maka benang yang terdiri dari serat-serat yang kuat akan mempunyai kekuatan yang lebih besar jika dibandingkan dengan benang yang terdiri dari serat-serat yang kurang kuat. 
       Selain hal-hal di atas, kita perlu memperhatikan mixing serat
        Mixing kapas berkaitan erat dengan kualitas kapas (Raw material) yang sangat berpengaruh pada kualitas hasil  benang. Meskipun demikian kita harus berusaha mengatur mixing dengan benar dan tepat agar kualitas benang tetap bagus.
         Setiap kapas yang datang diambil sampelnya untuk dicek kualitas melalui uji laboratorium (pengujian raw material). Cek kualitas kapas tersebut meliputi cek kekuatan serat (fibre strength), keseragaman panjang serat, trash dan nep (NATI), kehalusan serat (fibre finesess), honey dew dan warna serat (kapas).
          Kehalusan serat kapas ditentukan oleh varietasnya, dan dalam satu varietas kehalusan dipengaruhi oleh diameter dan presentase selulosa yang dikandungnya. Pada umumnya dapat dinyatakan bahwa kapas yang seratnya pendek cenderung kasar dan serat yang panjang dapat dinyatakan halus. Pengujian kehalusan serat dinyatakan dengan harga mikronaire yaitu ukuran relatif kehalusan serat yang didapat dari hasil pembacaan skala mikronaire. Harga mikronaire berpengaruh pada proses pembuatan dan mutu beang yang dihasilkan, antara lain efisiensi pembersihan kapas, pembentukan nep, kekuatan dan keratan benang bahkan pada kenampakan dari bahan jadinya. Salah satu faktor yang paling besar ialah pengaruh kehalusan pada nep. Apabila variabel lainnya tetap,maka serat dengan nilai mikronaire yang rendah akan menghasilkan jumlah nep yang lebih banyak daripada sarat dengan nilai mikronaire yang tinggi. Oleh karena itu untuk kapas yang nilai mikronaire nya rendah kita hanya memakai 5-10% dalam satu mixing kapas dan kita juga bisa mengajukan claim ke supplier bilamana ada party kapas tersebut.
        Pada kapas jenis tertentu karakteristik lain yang dihadapi ialah kecenderungan lengket (adhesive tendency) akibat  dari kadar honey dew untuk kapas yang kadar honey dew nya tinggi kita atur penmakainnya dalam mixing kapas misal 5-10% saja. Kemudian kita harus mengkomunikasikannya dengan bagian lain seperti maintenance dan operation untuk lebih intensif. dalam pembersihan mesin dan bila diperlukan bisa menghubungi bagian utility AC untuk mengecek atau menyesuaikan suhu ruang.
        Terakhir warna serat kapas juga harus dikontrol untuk menjamin kenampakan benang dan kain konstan. Karena kapas (cotton) merupakan serat alam warnanya cenderung berubah-ubah. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam mengatur mixing kapas. Apabila ada kapas beda warna apalagi perbedaannya sangat mencolok jangan simpan terlalu lama (karena semakin lama warnannya semakin gelap), kita pakai hanya 5-10% dalam 1 mixing kapas dan ada perlakuan khusus pada cara feeding yaitu pemakaiannya diatur secara merata dalam feeding mesin blowing. Selain itu bila menghadapi perubahan kontrol dalam proses produksi agar bagian operation memakai sistem fifo (firs in first out) dalam pemakaiaan stok produksi (shino dari produksi roving) sehingga hasi produk akhir yaitu benang perubahan kenampakan benang konstan.
            Semua pemeriksaan krarateristik kapas tersebut adalah uji laboratorium yang sebagian berasal dari pengujian yang berdiri sendiri dalam laboratorium. Testing serat dalam laboratorium selalu sangat penting alasanya bukan hanya faktor komersial tapi karena keperluan menjamin pencampuran yang homogen. 
        Dalam beberapa tahun terakhir telah dipakai ’high volume intsrument testing’{HVI} untuk serat kapas. Klasifikasi dan sertifikasi serat dilakukan memakai HVI, dimana bale yang keluar dari ginning diperiksa satu persatu dan setiap bale punya hasil tes atau ‘fiber certificate’ masing-masing. Dalam kondisi ini laboratorium hanya perlu melakukuakan pemeriksaan campuran (blend) dan pemeriksaan kerusakan serat pada berbagai tingkat proses spinning.
        Jika pengaturan dan perubahan mixing kapas sudah dilaksanakan sesuai dengan sistem yang benar maka harus ditindaklanjuti dengan pelaksanaan yang benar pula di lapangan antara lain pada proses pengiriman kapas oleh Unit Niaga (P & W) dari gudang kapas ke mixing room, penataan dan penyusunan bale kapas di mixing room dan blowing room oleh  baigan operation. Blowing merupakan proses awal di spinning. Jika awalnya benar maka haasilnya diharapkan baik dan benar pula tapi jika awalnya salah bisa dipastikan proses berikutnya bahkan hasilnya tidak baik. Oleh karena itu kontrol/pengawasan di lapangan setiap saat jangan sampai terabaikan. Optimalisasi dan kerja sama yang baik dari semua pihak baik unit spanning maupun yang berhubungan dengan unit lain sangat diperlukan untuk memperoleh hasil yang diharapkan perusahaan.

S
Se