Wednesday, January 9, 2013

Behind the Scene Acara Bedah Buku "Menyimak Kicau Merajut Makna" Karya Ustadz Salim A Fillah

Lima Hari telah berlalu. Semenjak selesainya acara bedah buku beberapa panitia merindukan syuro yang unik sebelum acara bedah buku, jarkom dari koordinator atau ketagihan ingin mengadakan acara lagi. Masih ingat kan postingan mengenai materi amal Jama'i? postingannya tanggal 8 november, tetapi kegiatannya tanggal 3 november. Dimana kami dibagi menjadi beberapa bidang untuk membentuk sebuah kepanitiaan. Pada waktu itu kami punya pendamping atau sc untuk membimbing kami dalam memproduksi sebuah acara. Jobdesknya sudah jelas, akan tetapi teknisnya masih kurang rapi. contohnya bidang acara terlalu lama membuat rundown, terlambat menghubungi pembicara, kurang disiplin memulai acara dsb.

Meskipun sewaktu hari H kekurangan staff, akan tetapi beberapa bidang mampu bekerja secara maksimal dengan sdm yang terbatas. Acara ini memang rancangan angkatan 2012 (kualitas) tetapi kami dimudahkan oleh kakak tingkat yang membantu kami di setiap sudut acara. Trimakasih atas kerja sama teman- teman dan departemen kaderisasi yang merencanakan kepanitiaan ini semoga kami tidak mengecewakan.





Beberapa orang yang tergabung dalam kepanitiaan mungkin berpendapat, "Ini pengalaman pertama saya membuat acara seperti ini". 

Mungkin kita pernah melihat acara semacam ini beberapa kali atau bahkan puluhan kali. Akan tetapi kali ini kita merasakan bagaimana menjadi panitia, bukan peserta. Tentu saja kita belajar apa yang diinginkan orang sebagai peserta, karena posisi kita saat itu panitia. Dalam proses koordinasi, kita menjadi tahu karakter teman- teman kita. Menjadi modal kita untuk saling tafahum.

Alhamdulillah saran mengenai pengadaan quisioner dapat diwujudkan. Ada beberapa orang yang memuji acara karena hiburannya, ada yang mengeluhkan sound system atau mengeluhkan pelayanan dari penerima tamu. Semua adalah evaluasi bagi kita. Seorang yang bijak berkata pada kami bahwa ilmu organisasi itu seperti ilmu berenang. Apabila tidak menceburkan diri maka kita sulit untuk mengerti. Sama seperti apa yang kita rasakan, ketika dulu kita pernah menjadi peserta, kita tidak akan tahu bagaimana kesulitan panitia untuk menyukseskan acara. Seandainya sekarang kita merasa belum mengerti semuanya, tapi jangan khawatir.

Kita pernah melakukannya.