Wednesday, October 22, 2014

PT BEHAESTEX


Pasar Indonesia
Sarung merupakan salah satu pakaian bangsa indonesia yang masih eksis hingga kini. Sarung digunakan tidak hanya pada saat – saat informal seperti ibadah shalat atau santai di rumah, tetapi juga pada penggunaan resmi seperti upacara perkawinan. Bila faktor budaya dikaitkan dengan perilaku pembelian, masyarakat Indonesia biasanya membeli sarung tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk setiap anggota keluarga, kerabat dan karyawan (sebagai hadiah Tunjangan Hari Raya).
Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, PT. BEHAESTEX melalui produk sarungnya, ATLAS (sarung palekat) dan BHS (sarung sutera), dengan bangga memenuhi ekspektasi masyarakat Indonesia sejak 1953. Kualitas produk yang terjaga sedari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pendistribusiannya dipercaya menjadi keunggulan utama Sarung ATLAS dan BHS dibanding para pesaingnya. Selain itu, perbaikan kualitas pelayanan yang dilakukan secara terus menerus menjadi nilai lebih bagi konsumen yang dipercaya dapat meningkatkan loyalitas mereka terhadap Sarung ATLAS dan BHS. 

Pencapaian
Sebagai pionir dalam industri sarung, PT. BEHAESTEX terus menerus berinovasi melalui peningkatan kualitas produk dan aktivitas pemasaran yang tidak hanya menekankan pada brand building tetapi juga brand activation dimana segala aktivitas pemasaran tersebut bersumber dari keinginan dan kebutuhan konsumennya. Sebagai bukti dari keberhasilan strategi tersebut, Sarung ATLAS dan BHS telah dianugerahi penghargaan tertinggi Superbrands 2012 sebagai brand / merek sarung yang terdepan dalam kualitas dan tertanam di hati dan pikiran tidak hanya bagi konsumen loyalnya tetapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Pencapaian ini merupakan hasil dari inovasi produk yang dilakukan secara terus menerus. Pendek kata, komitmen PT. BEHAESTEX terhadap kualitas produk dan layanan, sekali lagi menjadi keunggulan utama yang tak terbantahkan dalam mengarungi ketatnya persaingan di industri tekstil, khususnya di dunia persarungan di Indonesia.

Sejarah
Sarung merek BHS, sudah berada di pasar sarung Indonesia sejak berdirinya PT. BEHAESTEX yaitu sejak 1953. Diproduksi menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), sarung BHS mengakomodir kebutuhan konsumen akan sarung sutera yang berkualitas. Selanjutnya, sekitar pertengahan 1980 -an, mengikuti perkembangan pasar, PT. BEHAESTEX memproduksi sarung berbahan T/R (Tetoron Rayon) dengan merek ATLAS. Menggunakan aktivitas brand building yang gencar dilakukan sejak tahun 1990 -an, sarung ATLAS dan BHS telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu merek terbesar di Indonesia. Perkembangan terakhir, pada Tahun 2010 dan 2011, Sarung ATLAS mendapatkan penghargaan Top Brand, dan Original Brands pada tahun 2011.

Produk
BHS adalah merek sarung yang terbuat dari bahan sutera terbaik yang terdaftar dengan sertifikat SNI No. 08-3440-1996. Dengan menggunakan ATBM, perpaduan antara seni tradisional dan teknologi, sarung sutera BHS dipastikan akan bertambah nilai seni produknya. Sarung sutera BHS memiliki 2 (dua) varian, yaitu BHS Gold dan BHS Silver yang berbeda dari segi motif, kemasan dan harga.
ATLAS adalah merek sarung yang terbuat dari bahan T/R (Tetoron Rayon) atau yang biasa disebut palekat yang terdaftar dengan sertifikat SNI No. 08-110-1998. Selain memiliki Brand image yang kuat, sarung palekat ATLAS juga merajai segmen pasar kelas ekonomi menengah. Inovasi motif dan corak dengan kombinasi warna senantiasa dilakukan demi memberikan hasil produk yang lebih baik bagi pelanggannya. Sarung palekat ATLAS memiliki berbagai varian dan motif yang dikategorikan menjadi 9  sub brand tersendiri yaitu ATLAS Jacquard, ATLAS Super, ATLAS Elegant, ATLAS Premium, ATLAS Universal, ATLAS 550, ATLAS Idaman, ATLAS Favorit dan ATLAS Junior. Kedelapan jenis sarung palekat ini diproduksi disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang berbeda – beda.

Pengembangan Terkini
Sesuai dengan peningkatan trend fashion, ATLAS dan BHS menambah lini produknya, menjadi bamus (baju muslim) dan songkok. Dengan sertifikat SNI No. 08-3539-1995, baju muslim ATLAS dan BHS memiliki keunggulan dalam hal kualitas bahan baku, seperti kain Peachskin, Polyester, Cotton dan Sutera, model desain dan warna yang trendy.

Songkok dengan merek ATLAS dan BHS yang dipasarkan dengan sertifikat SNI No. 08-4343-1996, memiliki keunggulan, antara lain dari potongan yang rapi dan jahitan yang kuat serta kenyamanan pakainya. Bahan baku songkok adalah jenis kain beludru martin dan Crown, dan karena itulah songkok produksi PT. BEHAESTEX sering disebut kopiah beludru. Songkok ATLAS dan BHS memiliki 4 (empat) varian yang berbeda yaitu songkok standard, AC, kembang, dan bordir. Sementara produk sarung sendiri, ATLAS dan BHS, yang saat ini sudah memiliki lebih dari 20 (dua puluh) kelompok motif yang secara keseluruhan terdiri dari ribuan motif dengan berbagai corak dan warna, akan terus dikembangkan mengikuti keinginan pasar.. Kesemuanya itu merupakan perwujudan misi PT. BEHAESTEX dalam senantiasa memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya.

Promosi
Aktivitas promosi yang bersumber dari keinginan dan kebutuhan konsumen, diyakini menjadi pendongkrak secara tidak langsung penjualan sarung ATLAS dan BHS di Indonesia selama ini. Sarung palekat ATLAS yang menyasar konsumen di segmen kelas menengah, akan memiliki strategi komunikasi yang berbeda dengan sarung sutera BHS yang menyasar konsumen di segmen menengah ke atas. Meskipun menyasar segmen pasar yang berbeda, sarung ATLAS dan BHS memiliki fungsi produk yang sama, yaitu sebagai perlengkapan ibadah, sehingga pengkomunikasiannya dilandaskan pada nilai – nilai keIslaman. Aktivitas pemasaran tahun 2011, seperti berpartisipasi dalam Musabakah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan pemecahan rekor MURI replika Masjid Nabawi merupakan segilintir aktivitas pemasaran yang mengacu pada hal tersebut. Dengan cara promosi seperti ini, diharapkan dapat memunculkan stimuli yang dapat menumbuhkan keinginan dan kebutuhan konsumen akan produk sarung berkualitas yang diwakili oleh merek ATLAS dan BHS.

Nilai – Nilai Brand
Berdasarkan hasil riset terhadap perilaku konsumen didapatkan consumer insight yang pada akhirnya dirumuskan menjadi nilai tambah yang memungkinkan diterima konsumen ATLAS dan BHS, yaitu  sebagai berikut:
Konsumen mendapatkan produk yang lebih berkualitas jika dibandingkan produk kompetitor. Atribut kualitas yang dimaksudkan adalah kain tebal, halus dan nyaman digunakan, dan tahan lama. Jaminan terhadap produk yang berkualitas ini diimplementasikan hingga ke konsumen akhir, sehingga ada semacam perjanjian tidak tertulis yang memungkinkan konsumen untuk menukar sarung cacat ATLAS dan BHS di mana mereka membeli produk tersebut. Konsumen mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Berdasarkan nilai tambah tersebut, maka ATLAS dan BHS memiliki beberapa strategi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
ATLAS dan BHS senantiasa memberikan nilai tambah yang kompetitif kepada konsumennya
Mengupayakan agar konsumen tidak mudah berpindah ke brand / merek lain melalui: (a)Distribusi produk yang menyeluruh dan merata; (b)Inovasi produk yang berkelanjutan; (c)Program promosi kreatif yang menyentuh konsumen langsung
Dikarenakan mayoritas konsumen sarung sensitif terhadap harga, maka akan selalui diingatkan bahwa ATLAS dan BHS lebih unggul dalam kualitas baik produk maupun layanan sehingga mereka akan merasa apa yang mereka keluarkan setimpal dengan yang didapatkan.

Things You Didn’t Know About ATLAS dan BHS
Sarung memiliki fungsi tidak hanya sebagai perlengkapan ibadah tetapi dapat digunakan sehari – hari ketika santai di rumah, sebagai selimut untuk tidur maupun pakaian adat yang digunakan dalam acara perkawinan
Brand / merek BHS telah berada di pasar sarung Indonesia sejak Tahun 1953
Sarung BHS digunakan masyarakat di Pulau Madura sebagai pertanda sosial bagi yang sudah beribadah haji
Sarung ATLAS mendapatkan rekor MURI pada tahun 2011, dalam hal pembuatan replika Masjid Nabawi dengan motif sarung terbanyak.
Sarung ATLAS sudah merambah pasar internasional yaitu di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika. Hak cipta tumpal motif kembang dimiliki oleh PT. BEHAESTEX.


(By Ardhy N.E.S for TEMPO MAGZ,  Edition Februari 2012)