Saturday, December 13, 2014

Kain Handuk

Kain handuk pada umumnya berbulu pada kedua belah muka. Kain handuk memiliki 2 jenis lusi yaitu lusi dasar dan lusi bulu, sehingga pada proses pertenunan dibutuhkan 2 lalatan untuk lusi dasar dan lusi bulu yang berbeda tegangannya. 

           Bahan yang digunakan biasanya katun, ada kalanya benang linen dengan twist rendah sekali supaya dapat menyerap air. Benang lusi bulu biasanya Ne1 12 atau Ne1 24/2 yang memiliki twist yang rendah. Untuk serat tersebut dibutuhkan serat kapas yang panjang- panjang. Bulu- bulu atau jeratan pada kain tersebut terjadi ketika ditenun, yaitu dengan pengetekan benang pakan berkelompok.
Memasukkan benang pakan dalam lusi ialan seperti biasa satu per satu, tetapi tidak dikenakan pada kain (tidak sempurna) dan pengetekan sempurna adalah kelompok demi kelompok yang terdiri dari 3 atau 4 benang pakan.
Proses terjadinya bulu handuk ini terjadi apabila :
1.    Tegangan benang lusi dibuat lebih kendor dari tegangan lusi dasar, yaitu dapat dengan cara penguluran lusi dasar dengan sistim pengereman pasip sedang untuk penguluran lusi bulu dengan sistim aktif.
2.    Menggunakan pengetekan sistim handuk dimana pada 3 pakan berlaku : Pengetekan tidak senpurna – tidak sempurna – sempurna.

3.    Pengetekan dapat dilakukan dengan sistim sisir lepas atau sisir tetap

Macam- Macam kain handuk (Textileup survei ke Pasar)
Motif yang dibentuk oleh bordir

Motif yang dibentuk oleh perpindahan bulu atas dan bawah

Motif yang dibentuk oleh perpindahan bulu atas dan bawah

Kombinasi handuk dengan sulaman

Motif yang dibentuk oleh perpindahan bulu atas dan bawah

 Motif yang dibentuk oleh perpindahan bulu atas dan bawah plus sulaman

disela dengan anyaman polos

Motif dibentuk dengan perpindahan susunan warna bulu

Motif yang dibentuk oleh perpindahan bulu atas dan bawah


motif dibentuk oleh sablon

kombinasi antara perpindahan motif warna dan tambahan sulaman di anyaman polosnya

Aplikasi fancy yarn untuk membordil kain handuk pada bagian anyaman polos

kombinasi nomor benang dan anyaman twill 

aplikasi kain berbulu pada sablon baju anak- anak

No comments:

Post a Comment