Friday, March 13, 2015

Latihan Soal Pengantar Manufaktur Tekstil 2013 #KeepCalm4UAS

1.      Kawat dari besi atau kabel tembaga mempunyai rasio panjang terhadap diameter atau tebal yang sangat tinggi, namun keduanya tidak masuk dalam klasifikasi serat atau benang tekstil.Jelaskan mengapa?
Jawab: Serat memiliki mulur dan mengkeret sedangkan kawat dan besi walaupun memiliki rasio perbandingan yang sama dengan serat akan tetapi tidak memiliki mulur dan mengkeret. Sifatnya juga tidak halus dan tidak cocok digunakan bahan pakaian karena tidak akan nyaman pada saat digunakan.
Pengertian Serat: Serat adalah suatu unit bahan yang dapat dipintal menjadi benang dengan syarat Serat cukup halus, kuat,panjang dan gesekan permukaan serat harus memadai.
     2.      Kita mengenal ada dua jenis serat yakni serat alam dan buatan. Jelaskan perbedaan mendasar dari kedua jenis serat tersebut?
Jawab: Serat alam berasal dari tumbuhan, sifatnya memiliki panjang serat yang sangat beragam sedangkan serat buatan dibuat menggunakan bahan kimia, panjang serat bisa diatur pada saat pemotongan menjadi stapel.

     3.      Apa yang dimaksud dengan kain? Sebutkan metode- metode yang digunakan untuk membuat kain!
Jawab: Kain adalah hasil pengerjaan terhadap kumpulan serat dan atau benang menjadi satu struktur yang mempunyai luas permukaan besar dibanding dengan ketebalannya. Kain memiliki kekuatan, kohesi dan kelenturan untuk membuat struktur tersebut.
Metode pembuatan kain:
a.       Tenun
b.      Rajut
c.       Non woven
   4.      Kain yang dihasilkan oleh mesin tenun atau rajut atau alat lainnya masih perlu mengalami pengerjaan lagi sebelum diberi warna atau di cap atau finish lainnya. Mengapa? Jelaskan!
Jawab: Karena untuk mempermudah pengerjaan finishing. Contohnya
a.       Penghilangan kanji (desizing), kanji harus dihilangkan karena kain harus bersih sehingga dapat menyerap cairan pada proses berikutnya secara homogen, seperti zat warna.
b.      Pemasakan (Scouring), Pemasakan akan menghilangkan bahan lemak, kotoran, lilin, sisa-sisa kanji yang masih ada. Pemasakan biasanya dilakukan dalan air lunak yang diberi tambahan deterjen, soda kostik, bahan pengemulsi dll agar serat mengembang
c.       Pengelantangan (Bleaching) untuk menghilangkan kotoran sehingga mendapatkan warna putih serat
d.      Merserisasi (Mercerising) merupakan bagian dari proses pre-treatment untuk kapas yang bisa di lakukan sebelum atau sesudah pemasakan. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan kilau (lusture), daya serap, kekuatan dan kemantapan dimensi.

    5.      Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pencelupan? Dari segi teori bagaimana mekanisme atau proses pencelupan berlangsung? Apakah serat sintetik bisa diberi warna saat sebelum keluar dari spineret?
Jawab: Pencelupan adalah proses pemasukan zat warna ke dalam serat tekstil atau penempelan zat warna pada permukaan kain secara merata dengan bantuan air, uap air atau pemanasan kering
Proses pencelupan terjadi antara zat warna yang terdispersi dan zat warna yang terendam dalam larutan celup. Berikut ini tahapannya:
a.       Pelarutan atau pendispersian zat warna
b.      Adsorbsi zat warna pada permukaan serat membentuk ikatan kimia
c.       Diffusion dimana zat warna cenderung menyusup masuk ke serat melalui daerah amorf untuk menyebar secara merata
d.      Migrasi, dimana zat warna harus menyebar ke arah lapisan luar serat dan ke daerah serat dimana ada konsentrasi rendah zat warna.
    6.      Dalam urutan proses pembuatan pakaian, ada proses pembuatan pola dan pembuatan marker. Jelaskan masing- masing proses tersebut?
Jawab: Proses pembuatan pakaian jadi secara massal pada umumnya dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
a.       Penerimaan pesanan (order)
b.      Pembuatan sampel: sampel dibuat untuk mendapatkan contoh produk yang sesuai dengan permintaan
c.       Pembuatan pola: ada dua cara pembuatan pola yakni menyempurnakan pola sampel guna memenuhi spesifikasi perusahaan atau membuat pola baru sama sekali dari sampel yang di terima.
d.      Grading: proses untuk meningkatkan atau menurunkan ukuran sampel dari pola
e.       Pembuatan marker: susunan pola- pola yang di tata pada kertas plotter dengan panjang tertentu untuk dapat memperoleh pemakaian kain sehemat dan seefisien mungkin.
f.       Gelar susun kain: penggelaran kain di atas meja
g.      Pemotongan: pemotongan dengan menggunakan gunting atau pisau akan mengikuti pola yang ada pada marker
h.      Bundling: tumpukan kain dipilah- pilah kemudian diikat- ikat menjadi bundel- bundel dan masing- masing diberi stiker dengan nomor untuk menghindari tercampurnya ukuran atau warna
i.        Penjahitan: komponen- komponen pakaian digabungkan atau dirakit dengan dijahit menjadi sebuah pakaian utuh.
j.        Finishing: Pakaian yang telah selesai di jahit kemudian diperiksa mutunya yang mencakup: ketepatan ukuran, kerapihan jahitan, kelengkapan dan posisi aksesoris, serta kebersihan produk. Penyempurnaan akhir dilakukan dengan penyetrikaan dan pengemasan, kemudian siap untuk dikirim ke pemesan.

    7.      Uraikan tujuan dari penyempurnaan tekstil! Jelaskan perbedaan antara kain yang mengalami calender finish dan kain yang mengalami glazed finish?
Jawab: Tujuan Penyempurnaan:
Memperbaiki tampilan dan pegangan
Menambah keawetan
Mempermudah perawatan
Meningkatkan daya pakai
Calender finish dilakukan dengan melewatkan kain di antara silinder yang panas dari mesin calendering. Pengerjaan ini hakekatnya adalah penyetrikaan sehingga kain menjadi lembut san cerah.
Glazed finish dilakukan dengan cara melewatkan kain pada mesin friction calendering. Sebelum disuapkan ke mesin ini, kain dikerjakan terlebih dahulu dengan kanji, lilin atau resin yang akan menutup celah di antara benang- benang sehingga membuat sisi muka kain mengkilat.

    8.      Jelaskan proses persiapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum benang dianyam dengan mesin tenun?
Jawab:
Tujuan Persiapan adalah:
a.       Memperbaiki kualitas benang
Sehingga pada proses selanjutnya tidak banyak mengalami kesukaran, kemacetan atau noda- noda karena rusak (defect)
b.      Membuat gulungan yang sesuai dengan persyaratan proses selanjutnya, baik bentuk maupun volumenya.
Penghanian: menggulung benang ke dalam boom lusi
Jenis mesin: Hani tangan, seksi, kerucut,lebar
Pencucukan: Memasukan benang lusi pada dropper, gun dan sisir tenun
Jenis mesin: tangan, Mesin (Drawing stand, drawing machine, Feeler, Selector benang, yarn tension feeler)
Pemaletan: Menggulung kembali benang- benang dari bentuk untaian, bobin kerucut atau bobin silinder menjadi bentuk bobin pakan/palet/pirn
Jenis mesin: Berbentuk corong, dengan rol kerucut, dengan bak minyak, otomatis
Penganjian: Meningkatkan daya tenun benang
Jenis mesin: Mesin pemasak kanji terbuka, high pressure cooker
    9.      Apa sebenarnya proses pemintalan itu? Apa perbedaan pembuatan comber yarn dan carded yarn? Apa tujuan pencampuran serat di blowing?
Jawab: Pemintalan adalah proses pembuatan benang dengan memberikan antihan atau puntiran kepada rangkaian berkas serat yang relatif sejajar sehingga terbentuk struktur yang koheren dan panjang.
Proses pada carded yarn: blowing-carding-drawing1- drawing2-roving-ring spinning
Proses pada combed yarn: blowing-carding-drawing1- drawing2-pre combing-combing-roving-ring spinning
Tujuan pencampuran serat sejenis pada mesin blowing adalah untuk meningkatkan kualitas serat dan menekan biaya produksi.
    10.  Jelaskan perbedaan pencapan dan pencelupan!
Jawab: Pencapan adalah suatu proses pelekatan zat warna pada kain yang tidak merata dengan menimbulkan corak- corak tertentu. Pencapan dapat pula didefinisikan sebagai suatu jenis pencelupan selektif yang memberikan hiasan kain sebagai akibat dari kombinasi warna dengan metode pencelupan.
Pencelupan adalah proses pemasukan zat warna ke dalam serat tekstil atau penempelan zat warna pada permukaan kain secara merata dengan bantuan air, uap air atau pemanasan kering.