Wednesday, January 14, 2015

Laporan Jacquard (Pertenunan II)

MESIN TENUN DENGAN PERALATAN JACQUARD
I.         Maksud dan Tujuan
Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme jacquard dan fungsi peralatan masing – masing
II.      Dasar teori
Mesin tenun jacquard adalah alat tenun mekanik, ditemukan oleh Joseph Marie Jacquard, pada tahun 1801, yang menyederhanakan proses pembuatan tekstil dengan pola yang kompleks seperti brokat, damask dan matelasse. Mesin tenun jacquard dikendalikan oleh "rantai kartu", sejumlah kartu menekan, dicampur bersama-sama ke urutan yang kontinu , beberapa baris lubang menekan. pada setiap kartu, dengan satu kartu lengkap sesuai dengan satu baris dari desain. Beberapa kartu kertas tersebut, umumnya berwarna putih, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Rantai, seperti banyak pita kertas kemudian, memungkinkan urutan setiap panjang yang akan dibangun, tidak dibatasi oleh ukuran kartu.

Hal ini didasarkan pada penemuan sebelumnya oleh Perancis Basile Bouchon (1725), Jean Baptiste Falcon (1728) dan Jacques Vaucanson (1740) Sebuah tampilan statis dari alat tenun Jacquard merupakan pusat dari Musée des Tissus et des Arts Décoratifs (fr) di Lyon. Menampilkan hidup dari alat tenun Jacquard yang tersedia di museum beberapa swasta sekitar Lyon dan juga dua kali sehari di La Maison des Canuts, serta di lokasi lain di seluruh dunia.
Prinsip operasi
Setiap posisi dalam kartu sesuai dengan "Bolus" hook, yang baik dapat menaikkan atau dihentikan tergantung pada apakah lubang tersebut menekan dari kartu atau kartu solid. Hook menaikkan atau menurunkan harness, yang membawa dan membimbing benang lungsin sehingga benang pakan akan baik berbohong atas atau di bawah itu. Urutan diangkat dan diturunkan benang yang menciptakan pola. Setiap hook dapat dihubungkan ke sejumlah benang, yang memungkinkan lebih dari satu pengulangan pola. Sebuah alat tenun dengan kepala 400 kait mungkin memiliki empat benang terhubung satu sama hook, menghasilkan kain yang 1600 warp berakhir lebar dengan empat mengulangi menenun akan di.
Istilah "Jacquard tenun" agak tidak akurat. Ini adalah "Jacquard kepala" yang menyesuaikan dengan banyak alat tenun dobby besar yang memungkinkan mesin tenun untuk kemudian membuat pola-pola rumit sering terlihat di tenun Jacquard.

Mesin tenun jacquard, relatif umum dalam industri tekstil, tidak seperti mana-mana seperti dobby tenun yang biasanya lebih cepat dan lebih murah untuk beroperasi. Namun, tidak seperti alat tenun jacquard, mereka tidak mampu menghasilkan begitu banyak tenun yang berbeda dari satu warp. Alat tenun jacquard modern dikendalikan oleh komputer di tempat kartu menekan asli, dan dapat memiliki ribuan kait.

Threading dari Jacquard tenun begitu padat karya yang banyak alat tenun yang berulir hanya sekali. lusi berikutnya kemudian diikat ke dalam lusi yang ada dengan bantuan robot knotting yang mengikat setiap thread baru secara individual. Bahkan untuk alat tenun kecil dengan hanya beberapa ribu warp berakhir proses re-threading dapat mengambil hari.

Pentingnya dalam komputasi
 Jacquard menggunakan kartu untuk menekan diganti untuk mengontrol urutan operasi. Hal ini dianggap sebagai langkah penting dalam sejarah perangkat keras komputer. Kemampuan untuk mengubah pola menenun tenun itu dengan hanya mengubah kartu adalah pendahulu konseptual penting untuk perkembangan pemrograman komputer dan entri data. Charles Babbage tahu Jacquard tenun dan berencana untuk menggunakan kartu untuk menyimpan program dalam mesin Analytical-nya. Pada akhir abad ke-19, Herman Hollerith mengambil ide untuk menggunakan kartu menekan untuk menyimpan informasi langkah lebih lanjut ketika ia menciptakan mesin tabulasi kartu menekan yang digunakan untuk input data untuk 1890 Sensus Amerika Serikat
  
Pertenunan jacquard biasanya digunakan untuk menghasilkan sebuah gambar pada kain tenun dengan menggunakan mesin jacquard, yang membutuhkan keahlian baik seperti pengelolaan pada pemasangan harness, penarikan gambar, pembuatan kartu, dan lain – lain
Seperti diketahui kain tenun dibuat dengan silang menyilang (interlacing) benang lusi dan pakan, sehingga diperoleh kain dengan anyaman yang diperlukan. Banyak sekali jenis anyaman yang dapat dibuat dan digunakan.
Menurut cara kerja mesinnya, benang-benang lusi dibagi menjadi dua grup dengan menggerakkan ke atas dan ke bawah, dan benang pakan diletakkan diantaranya yang dibawa dari samping ke samping lainnya oleh teropong (shuttle Loom) atau oleh pengantar lainnya.
Cara kerja dari pembentukan mulut lusi dengan Jacquard pada prinsipnya hampir sama dengan pembentukan mulut lusi dengan menggggunakan tapet atau dobby, perbedaannya adalah banyaknya gun yang digunakan, yaitu pada jacquard lebih dari 3 ribu lusi yang dapat dikontrol. Akibatnya gambar anyaman yang bisa dibuat lebih luas dibandingkan dengan dobby. Jumlah gun yang diperlukan tergantung desain anyamannya, tetal lusi atau jumlah lusi paling sedikit berbeda jalannya di dalam 1 rapot.
Beberapa alasan kenapa peralatan jacquard ini ada adalah:
-          Banyaknya benang lusi dalam satu rapot anyaman menentukan banyaknya kamran/shaft. Jadi apabila corak anyaman membutuhkan lusi yang banyak maka kamran.shaft yang digunakan juga harus banyak.
-          Banyaknya kamran/shaft yang bisa dipasang pada mesin tenun terbatas
-          Semakin banyak kamran/shaft yang digunakan, semakin tegang lusinya.

Alasan – alasan mengapa menggunakan jacquard adalah untuk menggerakkan masing-masing benang lusi secara individu dan biasanya 1 benang lusi pada satu gambar dikontrol oleh 1 hook. 



Bagian-bagian mesin Jacquard adalah sebagai berikut :
 
1.   Platina dan Jarum
Untuk mengontrol jumlah lusi, agar dapat lebih mudahya dipergunakan platina yang sama banyakanya dengan jumlah benang lusi yang digunakan. Platina mengatur penggerakan tiap-tiap benang lusi dapat pula direncanakan.
2.   Pisau dan kotak pisau
Adalah pisau yang merupakan plat metal atau batang yang tetap pada kotak pisau. Kotak pisau biasanya digerakkan keats dan kebawah sekali setiap peluncuran pakan
3.   Butten, Cylinder dan kartu
Butten ; yang bagian atasnya berayun kekiri dan kekanan dengan titik putar dibawah dengan meggerakkan cylinder. Cylinder adalah prisma segi ampat, kadang-kadang segi lima, enam atau segi delapan, tiap permukaan silinder tersebut berlubang sesuai dengan jumlah jarum yang merupakan masuknya ujung-ujung jarum.
4.   Neck Cord, Caabiner dan Jeash (harness Cord).
Neck cord digantungkan pada kaki platina dan melalui lubang hook board atau dasar platina. Carabiner diikat pada bagian bawah neck Cord dan menggantungkan sebundel harness sesuai dengan raport yang terdapat pada tenunan dan melalui comber board ujung Harness dihubungkan pada Souplinks. Selanjutnya Couplinks dihubungkan dengan Heald (gun) atau mails dimana benang lusi dicucukkan. Harness yang dipakai harus kuat da biasanya terbuat dari benang linen. Panjang Harness dari carabiner sampai mail bervariasi menurut lebarnya kain, makin lebar kainnya makin panjang Harness itu.
5.   Couplink, Glass Mail dan Lingoes.
Bagian atas dari couplink disebut “Top Couplink” dan bagain bawah glass mail atau heald disebut “Bottom Couplink”. Panjang couplink kira-kira 6 sampai 9 inchi, tergantung kepada diameter benang dan tetal benang lusi, dipergunakan nomor glass mail yang biasanya dipakai standar sebagai berikut
-          Menenun sutra no 2 - no 3
-          Menenun Kapas no 3 - no 4
-          Menenun wol no 5 - no 7

Akan tetapi “Wire Heald” atau gun kawat lebih kuat dan cocok digunakan sebagai pengganti glass mail dan coupling. Lingoes yang digantungkan pada setiap Heald digunakan untuk pemberat, agar harness tidak kendor dan mengembalikan benang-benang lusi pada kedudukan semula setelah diangkat oleh platina. Bahan yang digunakan sebagai Ligoes biasanya kawat timah atau Coated Wire. Berat lingoes disesuaikan dengan tegangan dan kekuatan benag lusi dan dipilih yang cocok menurut kain tenun yang diinginkan.
6.   Comber Board
Comber Board, berfungsi sebagai penjaga penghantar Harness, sehingga dapat menempatkan benang-benang lusi dalam posisi yang betul-betul sesuai dengan tetalnya. Comber board teruat dari kayu “cherry atau Wlanut” dengan ukuan tebal ¼ inchi dan luas 10 inchi persegi.
7.   Guide reed atau Harness Guide
Guide Reed fungsinya adalah untuk memperoleh tinggi mulut lusi yang sama dibagian tengah dan bagian pinggir kain sehingga lusi bersih dan tegangan benang lusi rata.
            Klasifikasi dari mesin jacquard
Mesin Jacquard, stelah ditemukan, telah dikembangkan dan menghasilkan produk – produk baru untuk tujuan yang bermacam-macam.
Tetapi tipe yang paling umum ditemukan sekarang ini antara lain:
-          Mesin jacquard biasa
-          Mesin Jacquard Cross Border
Mesin ini digunakan untuk membuat kain yang memiliki batas – batas corak seperti sapu tangan atau taplak meja dengan corak – corak yang meloncat, yang ditujukan untuk menghemat kartu tetapi dengan jumlah produksi yang tinggi. Mesin ini disertai dengan 2 silinder, 1 silinder untuk corak dasar dan yang lainnya untuk bagian corak batas pada kain. Pada contoh yang lain, 2 silinder juga digunakan untuk gambar dan corak dasar.
-          Mesin Jacquard Veldol
Mesin ini merupakan type tebaru dari mesin jacquard dan memiliki ukuran jarum – jarum yang sangat halus, dimana jarum – jarum tersebut disusun dalam garis Zigzag, selain itu kartu yang kontinyu digunakan pada mesin ini, sehingga tipe mesin ini dapat menenun pakaian dengan gambar yang besar.  
-          Mesin Jacquard untuk Leno atau kain kasa
-          Mesin jacquard untuk karpet
Berdasarkan mekanismenya, mesin jacquard dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
-          Mesin jacquard single lift
Mesin jacquard single lift adalah mesin jacquard yang satu benang lusi dalam 1 rapot dikontrol oleh 1 platina dari 1 kartu untuk 1 helai pakan. Pembentukan mulut lusi yang terjadi adalah mulut lusi naik (over shed) atau mulut lusi turun (Center shed). Mulut lusi turun diperoleh dengan menggerakkan hookboard turun pada waktu kotak pisau turun
-          Mesin jacquard double lift
Mesin jacquard double liftadalah mesin jacquard yang satu benang lusi dalam 1 rapot dikontrol oleh 2 buah platina yang dilengkapi dengan 2 buah kotak pisau yang bergerak berlawanan. Sehingga pisau pertama untuk platina yang pertama dan pisau nkedua untuk platina yang kedua. Kedua platina dihubungkan dengan sebuah jarum dan sebiah karu pada silinder untuk 1 pakan. Pembentukan mulut lusi yang terjadi adalah mulut lusi semi – open shed atau terbuka. Ada 2 jenis type mesin double lift, yaitu single cylinder dan double cylinder.
-          mesin jacquard dengan tipe khusus

      Cara pencucukan tali harnes pada comber board ada beberapa jenis, yaitu :
1. Tipe Prancis.
Penomoran platina dimulai dari sudut kanan belakang ke sudut kiri belakang baris demi baris dari belakang ke depan dan berakhir pada sudut kiri depan. Penomeran pada comber board dari sudut kiri belakang kolom demi kolom dari belakang ke depan dengan jumlah kelipatan genap. Pada baris dasar platinadari kiri ke kanan dan berakhir pada sudut kanan depan. Sedangkan efek lusi pada kertas desain berurutan dari kanan ke kiri.
2. Cara Jerman
Penentuan platina dari sudut kiri depan baris demi baris ke belakang sehingga berakhir pada sudut kanan belakang. Penomeran pada comber board dimulai dari kiri depan ke belakang kolom demi kolom ke kanan dan berakhir di kanan belakang. Urutan lusi tetap dari kiri ke kanan baik pada kertas desain maupun tenunannya.
3. Cara Jepang
Penomeran dimulai dari sudut kanan belakang dan berakhir pada sudut kiri depan. Pembentukan pada comber board dimulai dari kiri depan ke belakang kolom demi kolom sehingga berakhir di kiri depan. Urutan ini daroi kiri ke kanan begitu juga pada kertas dasarnya.



III.             Alat dan Bahan
1.      Rol meter
2.      Peralatan jacquard yang terpasang pada ATM
IV.             Langkah Kerja
1.         Mengenal peralatan mesin jacquard
2.         mengamati peralatan mesin jacquard
-       Klasifikasi menurut :
a.       Sistem pengangkatan
b.     Jumlah silinder
c.      Pembukaan mulut lusi
-       Jumlah hook yang dipakai
-       System pengikatan tali harnes
-       Nomer comber board
-       Berat lingoes
-       Jumlah motif (rapot anyaman)

V.                Data Praktikum
-          Sistem Pengangkatan              : single lift
-          Pembentukan mulut lusi          : Bottom Close Shed
-          Jumlah silinder                        : 1 buah
-          Kapasitas                                 : {(43x2)x12}= 1044
-          Basis                                        : 12
-          1 neck cord                             : ada 6 tali harness (jumlah rapot corak = 6 rapot)
-          Jumlah lusi                              :  5308 helai
-          No sisir                                    :  64/3
-          Sistem pencucukan                 : Sistem Jerman
Jacquard digerakkan oleh 2 stang dari poros utama, yaitu:
ü  Stang luar              : untuk menggerakkan pisau
ü  Stang dlam            : untuk menarik prisma
Mekanismenya:
Satu benang lusi dikontrol oleh satu platina, apabila platina bergerak ke atas maka secara otomatis benang lusi akan ikut terangkat, sebaliknya apabila platina tidak bergerak ke atas maka benang lusi akan tetap diam di tempat/tdak kut naik. Platina sendiri dapat bergerak ke atas apabila pisau mengangkatnya ke atas, apabila posisi paltina terbebas dari pisau maka pada saat pisau naik, platina tidak ikut terangkat. Jarum merupakan peralatan jacquard yang mempunyai peran dalam membebaskan atau tidak membebaskan platina dari pisau, platina sediri berhubungan secara individu dengan jarum, apabila jarum terdorong ke kanan maka platina sksn terbebas dari jangkauan pisau, tetapi apabila jarum tidak terdorong maka platina berada dalam jangkauan pisau. Bergerak atau tidak bergeraknya jarum ke kanan ditentukan oleh lubang- lubang yang terdapat pda kartu jacquard. Apabila kartu jacquard tidak berlubang, maka jarum akan terdorong ke kanan. Sebaliknya jika kartu berluang maka jarum tidak akan terdorong.
VI.             Diskusi
Pada saat praktikum kami mengamati mesin dari bawah ke atas. Mesin ini memiliki kartu untuk membentuk motif jacquard.Uniknya masing- masing benang lusi dikontrol uleh satu platina, hal ini sangat berbeda dengan sistem konvensional menggunakan cam dan dobby. Pada sistem cam kontrol naik turun benang lusi berkelompok sesuai dengan cucukan pada gunnya masing- masing. Sedangkan pada dobby juga berkelompok, akan tetapi jumlahnya terbatas hal ini karena jack lever yang menaik turunkan gun sesuai dengan lubang yang dibentuk dalam kartu dobby. Beda halnya dengan jacquard yang masing- masing benang lusinya bekerja untuk membentuk motif. Di sini tidak ada gun melainkan comber board yang dimasuki tali harness. Penomoran lubang comber board yang digunakan saat praktikum dimulai dari sudut kanan belakang ke depan kolom demi kolom dari belakang ke depan dan berakhir pada sudut kiri depan sehingga sisitem ini termasuk sistem pencucukan jerman.


VII.          Kesimpulan
Sistem Pengangkatan adalah single lift, pembentukan mulut lusi termasuk Bottom Close Shed, Jumlah silinder 1 buah dengan kapasitas Kapasitas 1044, jumlah basis 12, Jumlah lusi 5308 helai, No sisir 64/3, Sistem pencucukan Sistem Jerman. Jacquard digerakkan oleh 2 stang dari poros utama yaitu Stang luar  untuk menggerakkan pisau dan Stang dalam untuk menarik prisma.



MEMBUAT RENCANA TENUN JACQUARD
I.         Maksud dan Tujuan
Untuk memahami perencanaan pembuatan kain tenun jacquard dan pengaturannya pada mesin
II.      Dasar Teori
Merencanakan pembuatan kain jacquard membutuhkan beberapa langkah perencanaan yang matang agar hasilnya sesuai dengan apa yang kita inginkan. Langkah- langkah untuk perencanaan tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Memilih ukuran dari raport gambar kain jacquard
Ukuran raport gambar desain yang akan dijadikan kain tenun jacquard merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Lebar gambar umumnya berbanding dengan jumlah platina pada mesin jacquard dan berbanding terbalik dengan tetal lusi kain. Lebar design gambar diperbesar dengan cara:
a.       Penggunaan dan pengaturan multiple leash, desain gambar dapat diperbesar 2 sampai 3 kali. Dibanding single leash, yaitu sesuai dengan perkalian leash atau jumlah harness yang dihubungkan pada satu platina di dalam satu raport gambar.
b.      Untuk desain gambar simetris, lebar gambar dapat diperbesar dua kali jumlah platina
2.    Membuat sketsa dan memperbesar gambar
Desain gambar selanjutnya di gambar kemudian di perbesar dan dipindahkan ke kertas desain yang akan menunjukkan tetal lusi dan tetal pakan yang diperlukan dalam arah lebar dan panjang kain. Kolom merupakan representasi benang lusi yang berarti juga harus disesuaikan dengan jumlah platina, sedangkan baris menunjukkan representasi benang pakan. Gambar tersebut kemudian diberi anyaman- anyaman.
3.    Penggunaan kertas desain harus sesuai dengan ukuran
4.    Menggambar tenunan, sket dipindahkan ke kertas desain
Untuk menggambar desain atau anyaman pada kertas desain dapat diketahui bahwa gambar- gambar tersusun dari kombinasi garis lurus. Kurva dan bayangan. Oleh karena itu maka perlu diperhatikan kenampakan kain tenunnya, serta ketelitian untuk menghindari efek lusi dan pakan yang dikehendaki yaitu efeknya terlalu panjang.
5.    Penomoran platina-hook dan penentuan cucukan tali harness

6.    Pelubangan kartu, penjaitan kartu dan pemasangan pada mesin jacquard
Untuk pembuatan kartu anyaman, maka kartu- kartu dilubangi pakan demi pakan yang dibaca dari kertas desain . proses pelubangan ini dilakukan pada mesin pelubang kaeru. Ada 2 cara pelubangan kartu. Yang pertama pelubangan kartu baris demi baris yang sesuai dengan dasar kapasitas mesin (jumlah pisau) yang digunakan, yang kedua yaitu satu kartu untuk satu pakan sekaligus pelubangannya sehingga lebih cepat.
7.    Penentuan nomor comber board, divisi dan perhitungannya
8.    Pembuatan dan pengikatan tali harness
9.    Penggantungan coupling dan mata gun
10.  Pencucukan benang lusi pada mata gun
11.  Menjalankan mesin dan memerikasa hasilnya

III.             Alat dan Bahan
1.      Gambar gitar yang diinginkan
2.      Software corel draw
3.      Kertas
IV.             Langkah kerja
1.      Siapkan gambar gitar yang diinginkan untuk motif jacquard
2.      Susun kotak pada corel draw dengan perbandingan 1:0,5
3.      Menentukan jumlah lusi pada setiap basis 12 helai.
4.      Diasumsikan mesin memiliki 12 basis, sehingga total lusi untuk 1 repeat adalah 12x12= 144
5.      Membuat motif gitar pada kotak yang sudah disusun
6.      Membuat anyaman dasar (warna biru) dengan anyaman 3/1 v 1
7.      Membuat anyaman polos disekitar anyaman motif (warna merah bata)
8.      Membuat anyaman badan gitar satin 12 gun v 7 untuk badan gitar
9.      Membuat anyaman bayangan efek 3D untuk badan gitar dan sound hole
10.  Membuat anyaman rib 2/2 untuk pick guard, headstock dan saddle
11.  Membuat anyaman ½ v 2 untuk finger board

Membuat Comber Board (tugas dilampirkan di kertas karton)
1.      Membalik anyaman sebenarnya sebanyak 10 pakan (pakan 40 s/d 49)
2.      Menggambar comber board sesuai cucukan jerman 

V.      Perhitungan
Diketahui (dimisalkan)
1.      Jumlah Basis = 12
2.      Jumlah lusi/ basis=12
3.      Jumlah Lusi per repeat= 12x12= 144 helai/repeat
4.      Tetal lusi= 125 helai per inch
5.      Lebar kain= 28,8 inch
6.      Jumlah lubang ke arah dalam comber board= 24
7.      Lebar sisir = 29 inch (@2 helai/lubang)



Nomor comber board dalam tabel:
              


                                         
Count
1 inch
1 cm
Holes in depth
Remark
0
12,2
4,8
44,0
Silk goods
1
10,1
4,0
44,0
Silk goods
2
7,9
3,1
44,0
Rayon goods
3
6,7
2,6
33,0
Cotton goods
4
5,5
2,1
33,0
Worsted goods

         

 13.  Pembagian baris lubang pada comber board
6 x 25= 150 baris (jumlah total baris yang dibutuhkan)

161-150=11 baris (kelebihan jumlah baris lubang), kelebihan ini dibagi rata pada setiap repeat.




I.                   Diskusi
Pada saat perencanaan kain jacquard kami memilih software Corel Draw karena sudah tersedia di komputer, sehingga tidak perlu mendownload software lain. Pada tahap pembuatan anyaman dasar cukup lancar, akan tetapi ketika membuat efek- efek khusus seperti 3 dimensi harus diulangi beberapa kali karena mempertimbangkan ketajaman efek dari desain yang dibuat.

Pada saat perencanaan comber board kami menentukan faktor perhitungan yang dibutuhkan sendiri, sehingga perlu beberapa kali percobaan agar jumlah repeat gambar dapat menghasilkan angka yang genap. Di sini kami menggunakan 12 basis, setiap basis berisi 12 helai lusi. Jumlah lubang ke arah comber board adalah 24. Angka ini merupakan kelipatan dari basis, sehingga jika jumlah lubang ke arah dalam comber board ini tidak bulat maka desain tidak akan utuh. Berdasarkan perhitungan maka desain terdidi dari 25 repeat dan ada 11 lubang sisa yang harus dibagi rata dalam comber board sehingga menghasilkan comber board seperti di bawah ini:
Lubang sisa tersebut tidak akan dimasukkan tali harness, akan tetapi dibiarkan saja. Tujuan dari pembagian ini agar sisa lubang tidak menumpuk satu tempat yang mengakibatkan lebar desain yang berbeda- beda. 
Pada Pelubangan kartu kami menggunakan sistem pencucukan jerman sehingga cara menyusun kartunya adalah membalik desain semula dari kiri ke kanan, lalu menyusunnya di kartu dari sudut kanan belakang kedepan kolom demi kolom dari belakang ke depan dan berakhir pada sudut kiri depan. (dilampirkan di kertas karton) 

II.                Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan maka di dapatkan:
1.      Jumlah lusi total =3600 helai
2.      Jumlah repeat gambar= 25
3.      Nomor comber board= nomor 4
4.      Jumlah baris ke arah comber board= 161
5.      Jumlah baris lubang yang diperlukan dalam satu repeat pada comber board= 6
6.      Total baris yang dibutuhkan= 150

7.      Sisa baris= 11

Lampiran