Wednesday, October 10, 2012

A1. Pengenalan Larutan Asam Basa

I.  MAKSUD DAN TUJUAN
            Agar praktikan mengetahui dan memahami suatu larutan apakah bersifat asam, basa atau netral dengan menggunakan indicator MM, MO, PP serta kertas lakmus merah atau lakmus biru dan Universal Indikator pH.

II .  TEORI DASAR ATAU PENDEKATAN
                 Asam dan basa didefinisikan oleh ahli kimia berabad-adab yang lalu dalam sifat-sifat larutan air mereka. Dalam pengertian ini suatu zat yang larutan airnya berasa asam, memerahkan lakmus biru, bereaksi dengan logam aktif membentuk hydrogen, dan menetralkan basa. Dengan mengikuti pola yang sama, suatu basa didefinisikan sebagai suatu zat yang larutan airnya berasa pahit, membirukan lakmus merah, terasa licin sabun, dan menetralkan asam. 
Asam dan basa atau netral merupakan sifat suatu larutan, adapun suatu teori yang bersangkutan adalah sebagai berikut :
Menurut Archenius :
            Asam adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air akan memberikan ion hidrogen. Misalnya hidrogen chlorida adalah suatu asam karena jika dilarutkan dalam air, zat ini akan bereaksi dengan pelarut dan menghasilkan H2O+.
HCl ( aq ) + H2O               H3O+ ( aq ) + Cl- ( aq )
Jika kita gunakan H+ sebagai singkatan ion hidronium dan tidak mengikutkan molekul air yang mengangkut H+, kita dapat mengungkapkan reaksi ini sebagai
HCl ( aq )               H+ (aq ) + Cl_ ( aq )      
Basa adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air akan memberikan ion Hidroksil.

Ada dua macam basa utama yaitu: Hidroksida ionik dan zat molekular yang bereaksi dengan air menghasilkan OH-. Natrium Hidroksida dan Kalsium hidroksida merupakan hidroksida ion yang lazim. Dalam keadaan padat kedua zat tersebut terdiri atas ion logam dan ion hidroksida, dan bila dilarutkan dalam air mereka berdisosiasi
NaOH  ( s )                 Na+ (aq) + OH- (aq)
Ca  ( OH )2                           Ca2+ ( aq ) + 2 OH- ( aq )
Menurut Bronsted – Lowry :
Asam adalah zat yang memberikan proton
HCl                   H    +   Cl
Asam            Proton
Basa adalah zat yang menerima proton
NH3                         NH4
Basa              Proton
Menurut Lewis :
Asam adalah zat yang dapat menerima sepasang elektron sunyi
Basa adalah zat yang dapat memberikan sepasang elektron sunyi
INDIKATOR ASAM BASA
Adalah zat yang dapat menunjukkan sifat asam ,basa atau metral suatu larutan dengan mengamati warna dari indikator tersebut .
Indikator Asam Basa adalah suatu zat organik yang bersifat asam atau basa , yang mempunyai ciri khas yang mana mempunyai warna asam atau basa yang berbeda dengan warna ionnya .
Indnkator asam :
      H  in                      H    +    in
Warna asam                Warna ion
Indikator basa :
 
                  In   OH                       In     +   OH

                 

III.       ALAT DAN BAHAN


A.    Alat:                                                    Indikator :
1.      Tabung Reaksi                              1. Metil Merah  (MM)
2.      Pipet Tetes                                                2.  Metil Orange (MO)
3.      Rak Tabung                                   3. Phenoftalin (PP)
4.      Pengaduk                                      4. Lakmus merah dan biru
5.      Piala gelas                                     5. Universal indikator pH stick
6.      Lempeng tetes
B.     Bahan :
1.      Asam Khlorida ( HCl) 0,1 N. 1 N
2.      Asam Sulfat ( H2SO4) 0,1 N. 1 N. 4 N
3.      Asam Asetat ( CH3COOH) 0,1 N. 1 N
4.      Asam Oksalat ( H2C2O4) 0,1 N. 1 N
5.      Asam Nitrat (HNO3) 0,1 N.1 N
6.      Natrium Hidroksida ( NaOH) 0,1N.1 N
7.      Natrium Karbonat (Na2CO3) 0,1 N.1 N
8.      Natrium Bikarbonat (NaHCO3) 0,1N. 1N
9.      Natrium Khlorida (NaCl) 1 N
10.  Amonium Hidroksida (NH4OH) 0,1 N.1 N

IV.       CARA KERJA
-          Siapkan tabung reaksi yang bersih, beri tanda atau nomor agar zat yangt diamati tidajk tertukar kemudian isilah dengan zat yang akan diamati sifat dari larutan tersebut kira – kira 1 – 2 ml.
-          Teteskan kedalam masing – masing larutan tersebut indikat6or Penolftalin selanjutnya amati perubahan warna yang terjadi
-          Kemudian cuci masing – masing tabung reaksi, ulangi pengerjaanya seperti diatas tetapi dengan mempergunakan indikator yang lain yakni MM, amati warna yang terjadi. Selanjutnya lakukan pengerjaan dengan indikator MO.
-          Selanjutnya tes dengan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru, caranya yakni dengan menggunakan pipet tetes ataupun pengaduk diambil sedikit masing – masing larutan contoh, kemudian teteskan pada kertas lakmus tersebut, amati perubahan warna yang terjadi.
-          Untuk mengetahui berapa nilai pH masing – msimg larutan dapat digunakan kertas Universal indikatot pH, caranya yaitu dengan mencelupkan keertas pH tersebut kedalam larutan, kemudian bandingkan warna yang dihasilkan dengan standar warna pada pack atau kemasan kertas Universal indikator pH.

V.   DATA HASIL PERCOBAAN


No

Asam / Basa

Indikator

         Lakmus

pH
  Paper

Keterangan
MO
MM
PP
Biru
Merah
1
HCl  0,1 N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam

HCl 1N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam
2
H2SO4 0,1 N



M
M

asam

H2SO4 1 N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam
3
CH3COOH
Merah
Merah
TB
M
M
3
asam
4
H2C2O4 0,1 N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam

H2C2O4  1 N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam
5
HNO3 0,1 N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam

HNO3 1 N
Merah
Merah
TB
M
M
1
asam
6
NaOH 0,1N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
14
Basa

NaOH 1N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
14
Basa
7
Na2CO3 0,1 N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
11
Basa

Na2CO3 1 N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
12
Basa
8
NaHCO3 0,1N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
10
Basa

NaHCO3   1N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
11
Basa
9
NaCl 1 N
Sindur
Kuning
TB 
B
M
7
Netral
10
NH4OH 0,1 N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
10
Basa

NH4OH 1 N
Sindur
Kuning
Merah
B
B
10
Basa


VI.             DISKUSI

1.   Konsentrasi  pereaksi yang digunakan dalam percobaan ini memiliki tingkat/kadar  yang berbeda-beda meskipun zat yang digunakan sama, sebagai contoh adalah Asam Sulfat (H2SO4 ) yang digunakan adalah yang memiliki konsentrasi 0,1 N dan 1N. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan tingkat keasaman/kebasaan zat yang sama dalam konsentrasi berbeda. Setelah percobaan dilaksanakan ternyata tidak semua pereaksi menunjukkan perbedaan tingkat keasaman / kebasaan secara signifikan. Diantara pereaksi yang menunjukkan perbedaan tingkat keasaman adalah Asam Asetat (CH3COOH 1 %, pH= 3 dan CH3COOH 10%, pH = 2  ) , Natrium karbonat (Na2CO3 0,1 N, pH = 11 dan Na2CO3 1 N , pH =12 ) dan Natrium bikarbonat ( NaHCO3 0,1 N, pH = 10 dan NaHCO3, 1 N, pH = 11  ). Namun hal ini menunjukkan bahwa  besar atau kecilnya konsentrasi suatu zat mempengaruhi tingkat keasaman dan kebasaannya meskipun tidak keseluruhan zat memberikan reaksi yang sama.
2.   Indikator yang digunakan dalam percobaan ini ada 5 macam (kertas Lakmus merah dan biru, Fenoftalin, Metil Merah, Metil Orange, dan  dengan trayek pH yang bervariasi hal ini bertujuan agar praktikum mendapatkan data yang jelas dan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan ketika menentukan suatu larutan bersifat basa, asam atau netral. Larutan asam memiliki nilai pH < 7, larutan netral memiliki pH = 7 (pH air), dan larutan basa memiliki pH > 7.Sebagai salah satu kasus disini adalah ketika memeriksa NaCl yang memiliki data variasi pada MO,MM dan lakmus Biru menunjukkan sifat-sifat kebasaan sedangkan pada PP dan Lakmus Merah menunjukkan sifat-sifat keasaman, dan pH paper menunjukkan angka 7 yang berarti pH yang setara dengan pH air, berarti NaCl termasuk kedalam larutan netral. Hal ini menunjukkan semua indikator memiliki peran yang penting untuk menganalisa zat yang kita periksa apakah bersifat asam, basa atau netral.
3.   Mengapa digunakan 5 macam indikator (Lakmus, MM, MO, PP dan pH paper)  untuk mengetahui sifat suatu larutan, mengapa tidak cukup 1 indikator saja? ini merupakan sebuah pertanyaan besar bagi penulis, jika ada yang lebih mudah mengapa kita masih menjalankan prosedur yang cukup bervariasi, ternyata setelah membaca literatur dan mencoba memahami ada beberapa pendapat yang penyusun ingin kemukakan dalam laporan ini yaitu :
·         Untuk menguatkan data bahwa suatu larutan memiliki sifat kebasaan/netral/asam dalam semua indikator maka dapat dikatakan larutan tersebut basa/netral/asam.
·         Setiap indikator memiliki trayek pH yang berbeda-beda sehingga saling melengkapi data.  Nilai pH berkisar antara 1-14.
·         Untuk mengenal ciri-ciri dan sifat-sifat larutan basa, asam, atau netral. Dikatakan larutan bersifat asam apabila diteteskan indikator(warna yang muncul) = MO ( merah), MM (merah), PP(  tidak berwarna ), LB (merah),LM (merah) dan pH paper < 7.

Dikatakan bersifat basa apabila diteteskan indikator(warna yang muncul) = MO ( sindur ), MM (kuning), PP(merah), LB (biru),LM (biru) dan pH paper >7

Dikatakan bersifat netral apabila diteteskan indikator(warna yang muncul) = MO ( sindur ), MM (kuning), PP(Tidak berwarna), LB (biru), LM (merah) dan pH paper = 7

·         Mengurangi resiko kesalahan yang mungkin ketika praktikum, diantaranya :
1.      Lupa nama zat atau konsentrasi yang sedang diujikan pada indikator
2.      kurang teliti dalam melihat warna yang muncul pada pH paper sehingga nilai pH menjadi kurang tepat.
3.      Melakukan penelitian tidak berurutan sehingga  ada data-data yang membingungkan ketika dicatat bahkan bisa saja satu zat diujikan dua kali dan ada satu zat yang tidak diujikan.




VII. KESIMPULAN 
Dari 10 macam pereaksi yang digunakan dapat digolongkan yang termasuk kedalam larutan asam adalah Asam klorida, Asam sulfat,Asam asetat, Asam oksalat, dan Asam nitrat, yang tergolong dalam larutan basa adalah Natrium hidroksida, Natrium karbonat, Natrium bikarbonat dan Amonium Hidroksida, dan yang termasuk kedalam golongan larutan  netral adalah Natrium klorida.



 Ft. Sebelum Praktikum Kimia Umum 1