Wednesday, December 12, 2012

Menetapkan Titar KMnO4 0.1 N dengan larutan baku Asam oksalat


Hari ini kami praktikum menetapkan titar KMnO4 0.1 N dengan larutan baku Asam oksalat. Nah uniknya beberapa mahasiswa mengulang percobaan tersebut karena warna akhir berwarna cokelat. di SMA dulu saya jarang praktek titrasi menggunakan larutan yang berwarna. jika ingin tahu percobaan aneh berwarna- warni biasanya kami membuka youtube. 


Zat penitar kali ini adalah KMnO4, warnanya ungu, jadi buret kami dihiasi warna ungu padahal biasanya hanya bening karena menggunakan HCl atau NaOH. setelah mempersiapkan penitar di buret kami memipet 10 ml asam oksalat ke dalam erlenmeyer. lalu mencampurnya dengan 10 ml asam sulfat yang sudah dihitung volumenya menggunakan gelas ukur. setelah itu kami memanaskannya sampai dinding erlenmeyer berembun. segera setelah itu kami menitarnya dengan KMnO4 yang sudah disiapkan di buret. awalnya mendengar dari kelompok lain bahwa volume yang terbaca diatas 20. maka kami memaksimalkan pembukaan keran buret sampai angka 20, setelah di erlemeyer digoyangkan warnanya yang tadi ungu berangsur berubah menjadi cokelat ke orange terakhir ke bening. setelah titar diteruskan maka zat tersebut berwarna pink di titik 28,1ml. sedangkan percobaan ke dua hasilnya 29,2 ml. memang bedanya jauh. akan tetapi karena hasil percobaannya begitu jadi kami tulis rata- ratanya 28,65 ml.

Untuk mencari Normalitet KMnO4 maka menggunakan rumus V1 X N1 = V2 X N2
maka N1 = V2 X N2 / V1
               = 10 X 0,1 / 28,65
               = 0,03 N

sedangkan kadarnya Be X N1= 157/5 X 0.03 = 31.4 X 0.03 = 0.942 g/ml

apabila setelah titrasi berwarna cokelat terus menerus maka ada kesalahan pada pemanasan, alias melebihi 70 derajat celcius. 
dalam percobaan tersebut perbedaan antara percobaan yang pertama dengan percobaan kedua sangat terlihat sekitar 1,1, padahal  setengah ml = 5 tetes. ini terjadi akibat zat penitar ada yang tidak tepat jatuh pada zat yang di titar, menyagkut di leher elemeyer atau kesalahan terjadi pada ketidak samaan suhu saat zat dipanaskan.

Titrasi ini disebut oksidiometri cara permanganometri, kenapa? karena KMnO4 atau kalium permanganat adalah oksidator.
adapun syarat- syarat yang harus diperhatikan untuk permanganometri
1. pH asam kuat (dalam percobaan ini menggunakan H2 SO4  4N)
2. Suhu pemanasan 40- 70 deratjat celcius. (fungsinya untuk mempercepat reaksi)
3. tanpa indikator (karena KMnO4 sudah berwarna)



Asam Sulfat 

Asam Oksalat

Pemanasan zat campuran 


Jempol- jempol para pejuang pemburu ilmu Kimia , sayangnya jempol saya tidak ikut karena sedang sibuk memencet tombol kamera hp hehe

gantian nih narsis nya